Apa Itu Mindfulness yang Dibahas Maudy Ayunda?

William Ciputra16 September 2026

Jakarta – Istilah mindfulness belakangan ramai dibicarakan setelah Maudy Ayunda mengunggah video berjudul “Mindfulness in the Age of Bad News” di kanal YouTube-nya.

Video tersebut sudah diunggah pada 21 Agustus 2026. Dalam pembahasannya, Maudy menceritakan perasaan kewalahan secara emosional akibat terus menerima berbagai kabar negatif dari dalam maupun luar negeri.

Kemudian ia membagikan cara untuk tetap mengikuti situasi tanpa membuat kondisi mental ikut terbebani, salah satunya dengan membatasi konsumsi berita dan menerapkan mindfulness.

Namun video justru menuai pro dan kontra karena sebagian netizen menilai pesan Maudy kurang peka terhadap kondisi masyarakat yang sedang berhadapan langsung dengan berbagai persoalan.

Sejumlah netizen menilai kemampuan untuk mengambil jarak dari berita buruk tidak dimiliki semua orang, terutama mereka yang mengalami langsung persoalan yang sedang diberitakan.

Bagi orang yang terdampak bencana, kebakaran hutan, persoalan ekonomi, kelangkaan kebutuhan, atau masalah sosial lainnya, kabar tersebut bukan sekadar informasi yang bisa ditutup atau dihindari.

Kritik lainnya berkaitan dengan konteks ketika pesan tersebut disampaikan. Sebagian netizen menilai pembahasan tentang membatasi bad news terdengar kurang sensitif ketika masyarakat di sejumlah daerah justru sedang menghadapi dampak nyata dari persoalan tersebut.

Oleh karena itu, yang dipersoalkan bukan sekadar ajakan menjaga kesehatan mental, melainkan anggapan bahwa mengambil jarak dari berita merupakan pilihan yang tersedia bagi semua orang.

Latar belakang Maudy sebagai figur publik dengan akses pendidikan dan pengaruh yang besar juga ikut menjadi bagian dari perdebatan.

Sebagian berharap figur seperti Maudy dapat memberikan konteks yang lebih luas ketika membahas persoalan sosial, bukan hanya melihatnya dari pengalaman pribadi dalam menghadapi derasnya informasi.

Di sisi lain, ada pula yang memahami maksud Maudy sebagai upaya membicarakan batasan konsumsi informasi agar seseorang tidak mengalami kelelahan mental.

Dalam klarifikasinya, Maudy kemudian mengakui bahwa kemampuan untuk menjauh dari berita merupakan sebuah privilese yang tidak dimiliki semua orang.

Perdebatan tersebut kemudian membuat istilah mindfulness ikut menjadi perhatian. Lantas, apa sebenarnya mindfulness, bagaimana cara melatihnya, dan apa saja yang perlu dipahami sebelum menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari?

Baca juga: Separuh Tips Kesehatan Mental di TikTok Tidak Akurat

Apa Itu Mindfulness?

Mindfulness adalah kemampuan untuk sepenuhnya hadir dan menyadari apa yang sedang terjadi, apa yang sedang dilakukan, serta ruang atau lingkungan tempat seseorang berada.

Sederhananya, mindfulness merupakan kemampuan dasar manusia untuk menyadari kondisi saat ini tanpa terbawa oleh pikiran maupun reaksi yang muncul.

Kemampuan tersebut sebenarnya sudah dimiliki setiap orang dan bukan sesuatu yang harus ditambahkan agar seseorang menjadi pribadi yang berbeda.

Namun, mindfulness dapat dikembangkan melalui latihan dan berbagai teknik yang membantu seseorang mengarahkan kembali perhatiannya pada apa yang sedang berlangsung.

Latihan tersebut dapat dilakukan melalui meditasi sambil duduk, berjalan, berdiri, maupun bergerak.

Praktiknya juga dapat dipadukan dengan aktivitas seperti yoga atau olahraga sehingga kesadaran terhadap kondisi saat ini tidak hanya dilakukan ketika sedang bermeditasi.

Salah satu bagian penting dari mindfulness adalah mengamati pikiran tanpa langsung menghakimi atau mengikutinya.

Meditasi dapat memberikan ruang untuk melihat apa yang muncul dalam pikiran dengan rasa ingin tahu, kehangatan, dan kebaikan terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Dengan pendekatan tersebut, seseorang tidak harus berusaha menghilangkan pikiran atau emosi yang muncul.

Perhatian justru diarahkan untuk menyadari pengalaman tersebut sehingga seseorang dapat melihat apa yang sedang terjadi tanpa langsung bereaksi secara berlebihan.

Baca juga: Menemukan Jeda dan Keseimbangan Melalui Ritual Wellness

Apa Manfaat Mindfulness?

Salah satu manfaat yang dikaitkan dengan mindfulness adalah membantu mengurangi stres. Dengan mindfulness, seseorang dapat mengenali pikiran dan respons yang muncul tanpa langsung terseret oleh semuanya.

Mindfulness juga dapat membantu meningkatkan performa karena perhatian diarahkan kembali pada aktivitas yang sedang dilakukan.

Kemampuan mengamati pikiran sekaligus memahami pola yang muncul juga dapat memberikan kesadaran yang lebih baik terhadap diri sendiri.

Manfaat lainnya berkaitan dengan kesadaran terhadap kesejahteraan orang lain. Ketika seseorang belajar mengamati pengalaman tanpa langsung memberikan penilaian, pendekatan tersebut dapat membantu menumbuhkan rasa ingin tahu, kehangatan, dan kebaikan terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Oleh karena itu, mindfulness tidak hanya berkaitan dengan kondisi mental seseorang secara individual.

Cara seseorang memperhatikan pikiran, tubuh, dan lingkungan juga dapat memengaruhi bagaimana ia merespons pengalaman yang sedang dihadapi.

Baca juga: Cara Baru Menikmati Momen Afterwork untuk Kaum Urban

Bagaimana Cara Melatih Mindfulness?

Mindfulness dapat dilatih melalui berbagai aktivitas sederhana. Salah satunya dengan memberikan perhatian penuh terhadap lingkungan sekitar dan benar-benar mengamati apa yang ada di hadapan kita.

Saat berada di suatu tempat, misalnya, perhatian dapat diarahkan pada bentuk, warna, dan tekstur benda di sekitar.

Ketika berada di luar ruangan, seseorang juga dapat memperhatikan lingkungan fisik yang biasanya terlewat ketika pikiran terlalu sibuk dengan berbagai kekhawatiran.

Cara lainnya adalah menyadari pikiran yang muncul. Ketika sebuah pikiran datang berulang kali, seseorang dapat berhenti sejenak dan mengamatinya tanpa langsung menganggap pikiran tersebut sebagai sesuatu yang harus diikuti.

Pikiran juga dapat dipandang seperti sesuatu yang datang dan pergi. Memberikan nama atau mengenali pola pikiran tertentu dapat membantu seseorang menyadari bahwa apa yang muncul di dalam kepala tidak selalu harus menentukan tindakan berikutnya.

Perhatian juga dapat diarahkan pada tubuh. Ketika terlalu larut dalam pikiran, seseorang dapat kembali memperhatikan bagaimana tubuh berinteraksi dengan lingkungan, termasuk apa yang terlihat, terasa, terdengar, dan tercium.

Latihan mindfulness juga tidak harus selalu dilakukan melalui sesi meditasi khusus.

Jeda singkat dalam aktivitas sehari-hari dapat digunakan untuk mengembalikan perhatian pada kondisi saat ini, sementara meditasi dapat dipadukan dengan kegiatan seperti berjalan, yoga, atau olahraga.

Dengan demikian, mindfulness bukan berarti menghindari kabar buruk, mengosongkan pikiran, atau berhenti peduli terhadap persoalan di sekitar.

Konsep ini lebih berkaitan dengan kemampuan untuk hadir, menyadari apa yang sedang berlangsung, mengamati pikiran dan perasaan, serta memberikan ruang sebelum merespons pengalaman tersebut.

Baca juga: Mengenal Cancel Culture: Hukuman di Ruang Digital