Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Kementerian Kesehatan menemukan 13.297 suspek kusta pada 2026. Angka ini ditemukan dari 25,2 juta peserta berumur satu tahun ke atas yang diperiksa.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menerangkan, Kemenkes sudah menambahkan skrining kusta, skabies, dan frambusia mulai tahun 2026.
Kusta sendiri merupakan penyakit yang sudah ada sejak ribuan tahun dan bakteri penyebabnya masih satu genus dengan penyebab tuberkulosis, yaitu Mycobacterium.
Hanya saja, kata Budi, masih banyak masyarakat yang termakan mitos terkait penyakit ini. Alhasil mitos dan stigma itu menyulitkan deteksi dan menghambat pengobatan.
Baca juga: Pria Wajib Tahu, Testosteron Rendah Juga Bikin Mudah Lelah!
“Karena orang (termakan) stigma, padahal begitu di-CKG, bisa ketahuan,” katanya, dikutip dari ANTARA, Selasa (4/8/2026).
Budi lantas mencontohkan salah satu stigma tentang kusta di masyarakat, salah satunya di Makassar.
Menurutnya, di sana ada satu bangunan yang menjadi tempat “penampungan” penderita kusta yang tidak diterima oleh keluarganya sendiri.
Padahal, Budi menjelaskan, obat atau antibiotik untuk kusta sudah tersedia. Bahkan obat-obatan itu terbukti efektif mengobati penderita kusta hingga tidak menularkan ke orang lain.
CKG 2026 juga menemukan suspek penyakit lain, seperti skabies 21.079 suspek dan frambusia sebanyak 2.293 suspek. Total masyarakat yang mengikuti CKG 2026 mencapai 73,8 juta orang.



