Kista Endometriosis Bikin Sulit Hamil? Begini Kata Dokter

William Ciputra28 Juli 2026

Jakarta – Mendapat diagnosis kista endometriosis membuat perempuan merasa cemas, terutama jika sedang merencanakan kehamilan. Tak sedikit yang khawatir kondisi tersebut membuat mereka sulit, bahkan tidak bisa punya anak.

Kekhawatiran itu memang bukan tanpa alasan. Kista endometriosis dapat mempengaruhi kesuburan. Namun, bukan berarti semua perempuan dengan kista endometriosis pasti mengalami infertilitas.

Dokter Spesialis Kebidanan & Kandungan Eka Hospital BSD, dr. Agus Heriyanto, Sp.OG, menjelaskan peluang hamil pada setiap perempuan dengan kista endometriosis bisa berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat keparahan penyakit dan kondisi organ reproduksinya.

“Kista endometriosis memang dapat menurunkan peluang kehamilan, tetapi bukan berarti penderitanya tidak bisa hamil. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, banyak pasien tetap memiliki kesempatan untuk memperoleh kehamilan,” ujar dr. Agus dalam diskusi media di Tangerang, Selasa (28/7/2026).

Baca juga: Takut Operasi Tiroid Karena Bekas Luka? Coba Metode RFA Tiroid

Alasan Kista Endometriosis Mempengaruhi Kesuburan

Kista endometriosis adalah kista yang tumbuh di ovarium akibat endometriosis, yaitu kondisi ketika jaringan yang seharusnya melapisi bagian dalam rahim justru tumbuh di luar rongga rahim.

Normalnya, jaringan endometrium akan menebal setiap siklus menstruasi dan luruh saat haid. Namun, ketika jaringan tersebut tumbuh di ovarium, darah menstruasi tidak dapat keluar sebagaimana mestinya.

Kondisi ini memicu terjadinya penumpukan dan membentuk kista berisi darah yang dikenal sebagai kista cokelat (endometrioma).

Menurut dr. Agus, munculnya kista endometriosis umumnya menandakan bahwa endometriosis sudah berada pada tahap yang lebih lanjut.

Selain menimbulkan nyeri, kondisi ini juga dapat mengganggu proses terjadinya kehamilan melalui beberapa mekanisme.

Salah satunya adalah terbentuknya jaringan parut dan perlengketan di sekitar ovarium maupun tuba falopi. Akibatnya, jalur yang menjadi tempat bertemunya sel telur dan sperma terganggu sehingga proses pembuahan menjadi lebih sulit.

Kista endometriosis juga dapat menghambat proses ovulasi. Dalam kondisi tertentu, sel telur yang sudah matang tidak dapat dilepaskan dari ovarium sehingga peluang terjadinya pembuahan ikut menurun.

Tak hanya itu, endometriosis juga diketahui dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan sistem kekebalan tubuh.

Perubahan tersebut berpotensi menurunkan kualitas sel telur, mengganggu proses pembuahan, hingga menyulitkan embrio menempel pada dinding rahim.

“Endometriosis tidak hanya menimbulkan kista, tetapi juga dapat mempengaruhi kualitas sel telur, ovulasi, hingga menyebabkan perlengketan pada organ reproduksi, sehingga peluang kehamilan menurun,” jelas dr. Agus.

Meski demikian, tingkat gangguan kesuburan setiap perempuan tidak selalu sama. Ada yang masih dapat hamil secara alami, sementara sebagian lainnya memerlukan terapi atau program kehamilan berbantu.

Baca juga: 7 Faktor yang Membuatmu Sakit Kepala saat Bangun Tidur

Peluang Hamil Penderita Kista Endometriosis

Meski mempengaruhi kesuburan, kista endometriosis bukan berarti menjadi vonis bahwa seseorang tidak bisa memiliki anak.

Berbagai penelitian menunjukkan sekitar 30 – 50 persen perempuan dengan endometriosis mengalami masalah infertilitas. Artinya, masih ada penderita yang berhasil hamil, baik secara alami maupun setelah menjalani pengobatan.

Oleh karena itu, dr. Agus mengimbau perempuan tidak langsung panik apabila didiagnosis mengalami kista endometriosis. Langkah terpenting adalah mengetahui tingkat keparahan penyakit dan segera mendapatkan penanganan yang sesuai.

Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan panggul yang dilanjutkan dengan pemeriksaan pencitraan, seperti USG atau MRI.

Hasil pemeriksaan tersebut akan membantu menentukan ukuran kista sekaligus kondisi organ reproduksi lainnya.

Penanganan juga disesuaikan dengan usia pasien, keluhan yang dirasakan, ukuran kista, serta rencana memiliki keturunan.

Pada kista berukuran kecil, dokter mungkin hanya akan melakukan pemantauan secara berkala. Namun, jika keluhan cukup mengganggu, terapi obat dapat diberikan untuk membantu mengurangi nyeri maupun mengendalikan pertumbuhan kista.

Sementara itu, tindakan operasi umumnya dipertimbangkan apabila ukuran kista sudah lebih dari 4 sentimeter, menimbulkan nyeri hebat, atau berpotensi mengganggu fungsi ovarium.

Menurut dr. Agus, pemeriksaan sejak dini menjadi kunci untuk menjaga kesehatan reproduksi dan meningkatkan peluang kehamilan.

“Jangan menunggu sampai nyeri semakin berat atau baru memeriksakan diri ketika sudah sulit hamil. Semakin cepat endometriosis dikenali dan ditangani, semakin besar peluang untuk mempertahankan fungsi reproduksi,” tutur dr. Agus.

Ia juga mengingatkan agar segera mencari pertolongan medis apabila nyeri perut bagian bawah muncul secara tiba-tiba dan sangat hebat, terutama bila disertai pusing, lemas, demam, atau muntah.

Baca juga: Cuaca Ekstrem dan Paparan Sinar Matahari Bisa Tingkatkan Risiko Katarak!