Jakarta – Pemerintah Iran mengumumkan penemuan ladang gas baru di selatan Provinsi Fars. Ladang gas ini diklaim punya cadangan hingga lebih dari 200 miliar meter kubik.
Penemuan ini menjadi tambahan penting bagi Iran yang tengah berupaya memulihkan sektor energinya setelah konflik merusak sejumlah fasilitas produksi gas.
Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengatakan sebagian besar cadangan dapat diekstraksi dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam jangka panjang.
“Cadangan gas baru ditemukan di bagian selatan Provinsi Fars,” ujar Mohsen Paknejad kepada televisi pemerintah Iran, seperti dikutip dari Times of Israel, Senin (24/8/2026).
Baca juga: Seoul Jamin Warga Berjalan dalam Keteduhan Mulai 2028
Paknejad menambahkan, lebih dari 160 miliar meter kubik gas dari ladang tersebut dapat diekstraksi. Ladang tersebut diperkirakan mampu berproduksi selama sekitar 15 tahun.
Masih kata Paknejad, ladang itu nantinya dapat menghasilkan lebih dari 280 juta meter kubik gas alam per hari atau sekitar 1 miliar kaki kubik.
Kapasitas tersebut diproyeksikan dapat dipertahankan selama 15 tahun, meski kontribusinya masih menjadi sebagian kecil dari konsumsi gas harian Iran.
Gas yang ditemukan juga disebut sebagai sweet gas, yakni gas alam dengan kandungan hidrogen sulfida yang sangat rendah.
Karakteristik tersebut membuat proses pengembangan dan pengoperasiannya berpotensi membutuhkan biaya lebih rendah dibandingkan ladang dengan kandungan hidrogen sulfida yang lebih tinggi.
Meski demikian, tambahan produksi dari ladang tersebut belum akan tersedia dalam waktu dekat. Pengembangan hingga mencapai tahap produksi diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Penemuan ini terjadi ketika sektor energi Iran tengah menghadapi tekanan akibat konflik di Timur Tengah.
Sejak akhir Februari, serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran turut menyasar infrastruktur energi, termasuk fasilitas produksi gas, depot minyak, serta jalur transportasi.
Dampaknya telah terasa pada kapasitas produksi gas Iran. Pada Juli lalu, seorang pejabat senior pemerintah mengatakan Iran menargetkan pemulihan sekitar 100 juta meter kubik kapasitas produksi gas per hari dalam beberapa bulan.
Teheran kini masih melakukan perbaikan terhadap infrastruktur energi yang rusak. Di saat yang sama, sektor energi Iran menghadapi tekanan tambahan dari rencana pemberlakuan sanksi Amerika Serikat.
Baca juga: PM Anwar Ibrahim Bakal Usir Warga Israel dari Malaysia



