Jakarta – Permainan judi online (judol) tidak hanya menimbulkan masalah ekonomi saja. Belakangan, praktik ini juga memperburuk kondisi rumah tangga yang berujung pada perceraian.
Di Kabupaten Tangerang, Banten, mayoritas angka perceraian terjadi akibat masalah ekonomi yang dipicu oleh judol.
Menurut Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Yasmita, sepanjang Januari – Agustus 2026 pihaknya mencatat ada 5.124 perkara perceraian yang diajukan.
Yasmita menyebutkan, jumlah tersebut berasal dari pasangan suami istri di wilayah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.
“Dari lima ribuan itu, yang sudah putusan 3.314 kasus di Kabupaten Tangerang dan untuk Tangerang Selatan itu 1.451 kasus,” katanya, melansir Antara, Minggu (16/8/2026).
Baca juga: Berantas Judol, Komdigi Blokir 3,7 Juta Konten-Situs dan Puluhan Ribu Rekening
Yasmita menjelaskan, mayoritas perkara yang ditangani pihaknya rata-rata dengan alasan perselisihan dan pertengkaran.
Lalu dari fakta yang terungkap di persidangan, perselisihan tersebut kerap dipicu persoalan permainan judol yang berdampak pada ketidakstabilan ekonomi.
“Mereka berselisih karena ekonomi, ekonomi (memburuk) karena judi, dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Masih kata Yasmita, perkara perceraian terbanyak berasal dari Kecamatan Cikupa dengan 277 perkara.
“Sementara di Kota Tangerang Selatan, Kecamatan Pamulang menjadi wilayah dengan perkara perceraian terbanyak yakni 368 perkara,” pungkasnya.
Fakta yang diungkap PA Kabupaten Tangerang ini sejalan dengan temuan riset Asman Arwan dalam Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam yang terbit pada 2024 silam.
Jurnal berjudul Dampak Negatif Judi Online Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Perspektif Hukum Keluarga Islam itu menemukan fakta yang kurang lebih sama.
Dalam abstraknya, Aswan menyebutkan bahwa dampak buruk judol dalam rumah tangga yaitu menyebabkan suami istri merasa sulit untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Ditambah kekalahan dalam perjudian menyebabkan pertengkaran, kekerasan dalam rumah tangga, bahkan perceraian,” tulis Aswan.



