Pentingnya Menjaga Keseimbangan Bakteri dalam Mulut

William Ciputra19 Agustus 2026

JakartaMenjaga kesehatan mulut tidak cukup hanya dengan membersihkan gigi dari bakteri. Di dalam rongga mulut terdapat ekosistem kompleks yang terdiri dari berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri baik yang turut berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan mulut.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Gigi (KPPIKG) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

Dalam perhelatan yang dihadiri lebih dari 1.500 peserta tersebut, Dr. Praveen Sharma dari University of Birmingham membahas pentingnya microbiome dalam kesehatan rongga mulut.

Menurutnya, microbiome mulut merupakan komunitas mikroorganisme yang hidup di dalam rongga mulut. Komposisinya dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi oleh faktor seperti genetika, pola makan, gaya hidup, dan lingkungan.

Microbiome mulut terdiri dari bakteri baik maupun bakteri yang berpotensi merugikan. Ketika keseimbangannya terganggu, maka bakteri merugikan dapat lebih dominan dan memicu berbagai masalah seperti pembentukan plak, gigi berlubang, radang gusi, hingga bau mulut,” ujarnya, dikutip Rabu (19/8/2026).

Oleh karena itu, menjaga kesehatan mulut bukan berarti menghilangkan seluruh bakteri yang ada di dalamnya.

Pendekatan tersebut justru perlu mempertimbangkan keseimbangan antara berbagai mikroorganisme agar bakteri baik tetap dapat mendukung kondisi rongga mulut.

“Secara umum perawatan gigi dan mulut modern bukanlah tentang menghilangkan bakteri sepenuhnya, melainkan menjaga kesehatan microbiome mulut agar bakteri baik dapat mendukung kesehatan gigi dan mulut,” lanjutnya.

Baca juga: Ekstrak Tamanu Asal Sulawesi Jadi Andalan Lawan Jerawat

Menjaga Keseimbangan Microbiome

Pemahaman mengenai microbiome tersebut turut memperluas cara melihat perawatan mulut dan gigi sehari-hari.

Selain menjaga kebersihan gigi, perhatian terhadap keseimbangan mikroorganisme di dalam rongga mulut mulai menjadi bagian dari pengembangan produk perawatan mulut berbasis sains.

Pendekatan tersebut salah satunya diterapkan melalui Pepsodent Pro.Care, pasta gigi dengan teknologi Microbiome Active yang dirancang untuk membantu menjaga keseimbangan microbiome mulut.

Teknologi tersebut memanfaatkan One Trillion Active Ions untuk membantu menekan pertumbuhan bakteri yang merugikan sekaligus mendukung pertumbuhan bakteri baik.

Mekanisme ini bekerja menyerupai cara kerja prebiotik untuk membantu memperkuat pertahanan alami rongga mulut.

Personal Care R&D Lead Unilever Indonesia, Esperansa Hidayat mengatakan, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan berdasarkan pendekatan berbasis sains untuk mendukung kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh.

“Teknologi ini memanfaatkan One Trillion Active Ions untuk membantu menekan pertumbuhan bakteri yang merugikan sekaligus mendukung pertumbuhan bakteri baik sehingga kesehatan microbiome mulut tetap terjaga,” ujar Esperansa.

Pepsodent Pro.Care telah melalui pengujian klinis dan dirancang memberikan perlindungan hingga 24 jam.

Produk ini hadir dalam enam varian, yaitu Icy Fresh, Complete White, Multi Protection, Charcoal Deep Clean, Enamel Shield, dan Plaque Prevention.

Pendekatan terhadap microbiome ini menunjukkan bahwa perawatan gigi sehari-hari dapat berkembang seiring pemahaman mengenai ekosistem di dalam rongga mulut.

Menjaga kebersihan tetap penting, tetapi mempertahankan keseimbangan mikroorganisme juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mulut secara menyeluruh.

Baca juga: Darya-Varia Dorong Lebih Banyak Perempuan Jadi Peneliti