Dahlia Hadirkan Pengalaman Fragrance di IFW 2026

William Ciputra30 Juli 2026

JakartaIndonesia Fashion Week (IFW) 2026 tak hanya menghadirkan koleksi busana. Untuk pertama kalinya, ajang ini juga memiliki signature scent yang dirancang untuk melengkapi pengalaman para pengunjung.

Saat memasuki arena IFW 2026, pengunjung akan disambut oleh aroma Dahlia Heritage Series Teh Keraton. Aroma bisa tercium mulai dari pintu masuk, runway, designer lounge, media center, hingga area publik lainnya.

President Director PT Unitamasari Mas, Anne Wonsono menjelaskan, aroma merupakan salah satu elemen yang sama kuatnya dengan warna, siluet, dan material dalam fashion.

Baca juga: IFW 2026 Resmi Digelar, Wastra Ulos Jadi Inspirasi Utama

“Sebuah wewangian mampu membangun suasana bahkan sebelum sebuah karya dilihat, sekaligus meninggalkan kesan yang bertahan lama setelah acara selesai,” ujar Anne dalam diskusi media, Rabu (29/7/2026).

Menurut Anne, Indonesia Fashion Week menjadi ruang yang tepat untuk memperkenalkan perspektif baru tentang fragrance. Aroma dinilai bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi bagian dari pengalaman menikmati sebuah perhelatan mode.

Selain menghadirkan keharuman di berbagai sudut venue, Dahlia juga membuka Booth Pesona Dahlia. Area ini menjadi ruang bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat Heritage Collection.

Pengunjung dapat mengeksplorasi karakter setiap varian aroma, selain juga diajak memahami inspirasi di balik masing-masing fragrance.

Booth tersebut turut menghadirkan instalasi multisensori. Pengunjung diajak menghubungkan aroma dengan emosi, memori, dan ekspresi diri.

Melalui pengalaman itu, Dahlia ingin menunjukkan bahwa fragrance tidak hanya berfungsi sebagai pengharum ruangan. Aroma juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup dan karakter seseorang.

Anne mengatakan kemewahan tidak selalu identik dengan sesuatu yang eksklusif atau sulit dijangkau.

“Kami ingin merayakan kreativitas para desainer Indonesia dengan menghadirkan Dahlia Heritage Series Teh Keraton sebagai sumber inspirasi yang berakar pada kekayaan budaya Nusantara, namun dikemas dalam pendekatan yang modern,” pungkasnya.

Baca juga: Garut Bakal Disulap Jadi Laboratorium Kemitraan Industri Italia–Indonesia