Jakarta - Menemukan benjolan di leher bisa memicu rasa khawatir. Namun, bagi sebagian orang, ketakutan terbesar justru muncul ketika dokter menyarankan operasi. Bukan hanya karena prosedurnya, tetapi juga bekas luka yang bisa tertinggal di bagian depan leher.
Kondisi ini membuat tidak sedikit pasien memilih menunda pengobatan atau mencari pendapat medis lain. Padahal, untuk kasus tertentu, kini tersedia alternatif penanganan yang tidak memerlukan operasi besar, yaitu Radiofrequency Ablation (RFA).
Menurut dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi, metabolik, dan diabetes di Eka Hospital MT Haryono, dr. Marshell Tendean, Sp.PD, RFA merupakan prosedur minimal invasif yang ditujukan untuk menangani nodul atau benjolan tiroid jinak.
"RFA menggunakan energi gelombang radio untuk menghasilkan panas yang akan menghancurkan jaringan benjolan pada kelenjar tiroid, tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya," jelas dr. Marshell.
Berbeda dengan operasi konvensional yang membutuhkan sayatan pada leher, prosedur RFA dilakukan menggunakan jarum berukuran kecil yang diarahkan langsung ke benjolan dengan bantuan USG.
Setelah posisi jarum tepat, energi panas dialirkan ke dalam nodul untuk menghancurkan jaringan tersebut secara bertahap. Karena hanya menargetkan area benjolan, jaringan tiroid yang sehat tetap dipertahankan.
Apa keunggulannya dibanding operasi?
Salah satu alasan RFA mulai banyak dipertimbangkan adalah karena prosedurnya minim invasif dibanding operasi tiroid biasa.
Menurut dr. Marshell, tindakan ini umumnya hanya membutuhkan anestesi lokal dan berlangsung sekitar 30 hingga 60 menit. Setelah prosedur selesai, pasien biasanya sudah diperbolehkan pulang pada hari yang sama tanpa perlu menjalani rawat inap.
"Karena hanya menggunakan jarum kecil, prosedur ini tidak meninggalkan bekas luka sayatan di leher. Selain itu, fungsi kelenjar tiroid tetap bisa dipertahankan karena yang dihancurkan hanya nodulnya," ujarnya.
Ia menambahkan, RFA juga memiliki risiko komplikasi yang lebih rendah dibanding operasi konvensional, termasuk risiko cedera pada pita suara maupun kelenjar paratiroid yang berada di sekitar kelenjar tiroid.
Siapa yang bisa menjalani RFA?
Meski menawarkan sejumlah keunggulan, RFA tidak dapat diterapkan pada semua pasien dengan gangguan tiroid.
Menurut dr. Marshell, prosedur ini lebih direkomendasikan bagi pasien yang telah dipastikan memiliki nodul tiroid jinak melalui biopsi dan pemeriksaan USG.
Selain itu, RFA juga dapat menjadi pilihan apabila benjolan sudah menimbulkan keluhan, seperti rasa mengganjal di leher, sulit menelan, gangguan bernapas, atau ukurannya cukup besar hingga memengaruhi penampilan.
Pasien yang tidak ingin menjalani operasi atau memiliki kondisi medis tertentu sehingga berisiko menjalani anestesi total juga dapat mempertimbangkan metode ini setelah berkonsultasi dengan dokter.
Seberapa efektif hasilnya?
Menurut dr. Marshell, RFA memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dalam menangani nodul tiroid jinak.
"Volume benjolan umumnya dapat berkurang sekitar 50 hingga 80 persen dalam beberapa bulan setelah tindakan. Seiring ukurannya mengecil, keluhan seperti rasa mengganjal atau nyeri biasanya juga ikut berkurang," katanya.
Meski demikian, perubahan tersebut tidak terjadi secara instan. Tubuh memerlukan waktu untuk menyerap jaringan yang telah dihancurkan selama prosedur berlangsung.
Biasanya, benjolan mulai terlihat mengecil dalam waktu satu hingga tiga bulan, kemudian terus mengalami penyusutan hingga enam sampai dua belas bulan setelah tindakan.
Apakah benjolan bisa muncul lagi?
RFA memang mampu menghancurkan nodul yang menjadi target tindakan. Namun, karena kelenjar tiroid tidak diangkat, tetap ada kemungkinan muncul nodul baru di bagian lain kelenjar tersebut.
Oleh karena itu, dr. Marshell mengingatkan pentingnya menjalani kontrol rutin sesuai anjuran dokter.
"Risiko benjolan yang sudah di-RFA tumbuh kembali tergolong rendah apabila prosedur dilakukan dengan baik. Namun, pemeriksaan berkala tetap diperlukan untuk memantau kondisi kelenjar tiroid dalam jangka panjang," pungkasnya.

