Jakarta – OpenAI resmi menghapus batas jumlah percakapan berbasis teks untuk pengguna ChatGPT Free dan Go, yang mulai berlaku pekan depan.
Dengan kebijakan baru ini, pengguna “gratisan” dapat mengirim prompt teks tanpa khawatir mencapai batas penggunaan.
Perubahan tersebut menjadi salah satu pembaruan terbesar yang dilakukan OpenAI untuk pengguna gratis.
Meski demikian, batas penggunaan masih tetap berlaku untuk fitur lain, seperti unggah file dan gambar, pembuatan gambar berbasis AI, serta mode suara (voice mode).
OpenAI dalam keterangannya menjelaskan, kebijakan ini menjadi langkah nyata menuju kecerdasan buatan yang lebih mudah diakses.
Baca juga: 5 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Mengirim Pesan Buatan AI
“Pembaruan ini memberi lebih banyak orang kesempatan untuk terus bertanya, mengembangkan ide, serta mendapatkan bantuan saat mereka membutuhkannya,” tulis OpenAI, dikutip dari Engadget, Sabtu (8/8/2026).
Bersamaan dengan kebijakan tersebut, OpenAI juga mulai menjadikan GPT-5.6 Luna sebagai model bawaan (default) bagi pengguna Free dan Go.
Model ini, kata mereka, akan menggantikan GPT-5.5 Instant yang sebelumnya digunakan sejak Mei 2026.
Pengguna Free dan Go juga akan mendapatkan tombol Think yang memungkinkan GPT-5.6 Luna meluangkan waktu lebih lama untuk menghasilkan jawaban yang lebih matang.
Selama hanya digunakan untuk percakapan berbasis teks, fitur tersebut dapat dipakai tanpa batas.
OpenAI juga menghadirkan sejumlah pembaruan bagi pelanggan Plus dan Pro. Salah satunya dengan mengoptimalkan GPT-5.6 Sol.
Tujuannya agar mampu memberikan jawaban yang lebih fokus, menyesuaikan tingkat detail dengan pertanyaan, serta mengurangi format yang tidak diperlukan.
Selain itu, pengguna Plus dan Pro kini dapat mengatur seberapa besar proses “berpikir” model melalui fitur slider baru.
Fitur ini memungkinkan pengguna menentukan tingkat penalaran AI sebelum menghasilkan respons.
Baca juga: Chatbot AI Jadi Tempat Curhat Baru Remaja dan Gen Z



